Kamis, 28 Juli 2011

Doamu Telah Terkabul

Pada pagi harinya aku berpikir: Bagaimana aku bisa menemui orang Majusi itu.

Ibnu Abi Al-Dunya menceritakan bahwa ada seseorang mimpi bertemu dengan Nabi Saw. Dalam mimpinya itu beliau berkata: “Pergilah kepada orang Majusi yang berada di Baghdad. Katakan kepadanya: Doamu telah terkabul.”

Orang tersebut bercerita: Pada pagi harinya aku berpikir: Bagaimana aku bisa menemui orang Majusi itu. Pada malam berikutnya aku bermimpi yang sama. Pada malam yang ketiga aku juga mengalami mimpi yang sama. Maka pada pagi hari aku pun pergi ke Baghdad dan menemui orang Majusi itu. Ternyata dia adalah seorang saudagar yang kaya raya.

Kemudian aku masuk dan mengucapkan salam. Ia bertanya: Apakah kamu ada keperluan? Aku menjawab: Ya. Ia berkata: Katakan. Aku berkata: Kita harus berbicara empat mata. Kemudian orang-orang yang ada di situ keluar dan tinggallah para sahabatnya. Aku berkata lagi: Mereka juga harus keluar. Maka ia menyuruh mereka keluar dan berkata: Silahkan katakan.

Aku berkata: Saya adalah utusan Rasulullah Saw, yang mana beliau berkata kepadamu: Doamu telah dikabul. Ia bertanya: Apakah kamu mengenalku? Aku menjawab: Ya. Ia berkata: Aku tidak mempercayai Islam dan juga risalah Muhammad. Aku berkata: Aku juga telah mengatakan kepada beliau bahwa kamu tidak mempercayainya, tetapi beliau mengutusku untuk menyampaikan ini kepadamu. Ia bertanya: Beliau mengutusmu kepadaku? Aku menjawab: Ya. Ia kemudian berkata: Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.

Kemudian ia memanggil sahabat-sahabatnya seraya berkata: Aku pernah berlabuh dalam kesesatan, dan sekarang telah kembali kepada yang benar. Oleh karena itu, barang siapa yang masuk Islam, maka ia akan memiliki apa yang telah aku berikan. Tetapi barang siapa yang enggan masuk Islam, maka ia harus menanggalkan apa yang pernah aku berikan. Mendengar tuannya berbicara seperti itu, maka sebagian besar dari mereka masuk Islam.

Lantas ia memanggil anak lak-lakinya seraya berkata: Aku pernah sesat, dan sekarang aku telah masuk Islam. Apa yang akan kamu lakukan? Anaknya menjawab: Wahai ayahku, aku pun akan masuk Islam. Setelah itu, sang anak masuk Islam.

Kemudian ia memanggil anak perempuannya seraya berkata: Anakku, aku beserta saudaramu telah memeluk Islam. Oleh karena itu, jika kamu masuk Islam, maka aku akan pisahkan kamu dari saudaramu, karena pernikahan antar saudara dalam Islam hukumnya haram. Anak perempuannya berkata: Wahai ayahku, demi Allah, sesungguhnya sejak awal aku sangat membenci pernikahan kami berdua, dan sekarang aku memeluk Islam.

Setelah itu, ia bertanya kepadaku: Apakah kamu tahu doa yang diijabah itu? Aku menjawab: Tidak. Ia kemudian menjelaskan: Ketika aku menikahkan putriku dengan putraku, aku membuat pesta yang meriah dan aku mengundang semua orang. Mereka semuanya berdatangan karena aku adalah orang yang kaya raya. Ketika pesta makan-makan selesai, aku merasa lelah. Kemudian aku menyuruh pembantuku untuk menghamparkan tikar di atas rumah. Sementara itu, di samping rumahku tinggallah orang-orang miskin yang merupakan keluarga Nabi Saw. Ketika akan tidur, aku mendengar seorang anak berkata kepada ibunya: Wahai ibu, oang Majusi ini telah menyakiti kita dengan semerbak bau makanannya.

Mendengar ucapan si anak itu, aku langsung terhentak dan membawakan makanan dan uang yang banyak, dan pakaian kepada mereka. Ibu tadi berkata: Semoga Allah mengumpulkanmu dengan kakekku. Adapun yang lain mengamininya. Itulah yang dimaksud dengan doa yang terkabul itu (Kitâb Al-Tawwâbîn: h. 199, 200).

Ditulis Oleh: Bobby Herwibowo, Dewan Syariah Dompet Dhuafa

Sumber: VIVAnews
Kamis, 28 Juli 2011, 13:18 WIB

Rabu, 04 November 2009

Demi Masa


1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Ke
marin kita menangis saat simbok (ibu) tidak memberiku uang untuk membeli mainan, atau mengomel saat tidak menuruti kamauan kita. Kadang kita betingkah yang membuat orang tua kita kesal, kita tidak pernah berfikir apakah orang tua kita punya uang atau tidak, orang tua kita sedang senang atau sedih, yang ada dibenak kita anak-anak apa yang kita mau harus dituruti, bermain tidak kenal waktu bahkan dengan kebandelan anak-anak, kita kadang berbuat yang membahayakan diri dan orang lain. Semua kita lakukan dengan senang, gembira jauh dari hirup pikuk dan problema kehidupan. Bermain lumpur, hujan-hujanan bahkan bermain bola saat hujan dan petir menyambar-nyambar. Masa kanak-kanak kita lalui dengan canda dan tawa tanpa beban apapun dipundaknya, disisi lain, orang tua kita dengan sabar dan penuh kasih sayang membimbing kita, tanpa harap balas budi, tanpa pamrih maupun pujian. Ya.........rasanya baru kemarin.......saat air mata tak terasa menetes di pipi, kita baru menyadari, kini rambutpun sudah berubah warnanya, badan tak sesehat dulu dikala masih anak-anak, segala yang indah-indah di masa lalu tak mungkin dapat terulang lagi. Disaat orang tua kita berada di pusara, kita baru menyesal, kita tidak bisa membahagiakan mereka. Disaat orang tua kita rindu, kita acuh tak acuh, disaat mereka sedih, kita tertawa, disaat mereka kesepian kita tak peduli, disaat mereka sakit, kita mengeluh. Menyesal setelah mereka di pusara. Itulah waktu, yang laksana pedang yang sangat tajam, melibas semua kehidupan. Mengapa kita tidak berbuat ini, mengapa kita tidak berbuat itu, mengapa dulu kita tidak ini, mengapa dulu kita tidak begitu............
Marilah kiat saling menasehati untuk kebenaran dan kesabaran, sebelum menyesal saat di pusara.



Selasa, 06 Oktober 2009

Tentang Leter

Letak geografis dukuh Leter adalah sebuah perdukuhan yang terapit oleh dua sungai dan perbukitan, serta terletak diantara Dukuh Bantarbenda dan Desa Grantung, dimana jarak antara Dukuh Leter dengan Desa Grantung terbentang sungai dan perbukitan dengan jarak tempuh kurang lebih 2 KM dan jarak ke Dukuh Bantarbenda sekitar 3 KM dengan melalui bukit dan sawah. Jarak terdekat adalah dengan Desa Pekiringan namun sama-sama terhalang oleh Sungai Karang yang cukup lebar dan deras arusnya dan secara administratif Leter tidak termasuk ke dalam wilayah Desa Pekiringan tetapi masuk wilayah Desa Grantung.
Kehidupan masyarakatnya mayoritas adalah bertani walapun sebagian mungkin bukan petani yang sesungguhnya tetapi buruh. Jumlah Kepala Keluarga sampai saat ini sekitar 44 KK dengan 300 jiwa

Warta Leter

Assalamu 'alaikum Sedulur,
Saiki masyarakat Leter agi ngedegna Masjid sing ukuran persise 10x11 M2, jan jane asal mulane masjid ning Leter sekang mushola sing ukuran 4x4 m2, sebab tambah dina tambah umur nganti saiki wis ora medeng go sholat wong sa Leter, khususe angger lebaran tok.
Lha kendalane saiki ning duite kurang akeh banget, dadi ya inyong njaluk karo sedulur kabeh ya oya pada rame-rame nyumbang, nimbang sethithik ikhlas ya mending singakeh tapi ikhlas, tuli kaya kuwe mbok. Lha angger arep nyumbang bisa langsung maring Leter karo ndeleng-ndeleng, angger kepengin sing cepet ya karo mbaguse Sahlan sing uripe ning Jl. Deplu.
Wis pokoke ayo pada cepetan, mumpung lawang syurga urung de tutup.
Wassalam,
Inyong: Bn GS

Senin, 05 Oktober 2009

Khuthbah Idul Fitri 2007

Khuthbar Idul Fitri 1 Syawal 1428 H / Oktober 2007
Oleh: Bona GS


DZIKRULLAH




Poro Rawuh, Adin-Aidat ingkang sampun Allah Mulya aken

Sumonggo kito sami syukur dumateng Allah SWT ingkang sampun paring pinten-pinten nikmat, jalaran sa langkung kathah nikmat ingkang sampun kito tampi tinimbang raos syukur kito dumateng Alla SWT. Kados dene kulo lan panjenengan taksih saged rawuh wonten ing panggenan lan kesempatan ingkang istimewa puniko karo ‘Idul Fitri. Kajawi puniko - nikmat ingkang sa langkung istomewa – nikmat ingkang sa langkung ageng – inggih puniko, nikmat Iman lan Islam, jalaran boten saben-saben tiang, boten saben-saben manungso kanggenan iman, soho boten saben-saben mangungso kalebet dados tiang islam.
Lan ugi sumonggo kito syukur dateng Allah – lantaran dipun paringi sehat wal afiat – ingkang karono sehat puniko – sedoyo urusan saged gampil lan lancer, sahinggo tambah wekdal – tambah dinten kito sedoyo sengsoyo cekat kelayan Gusti Allah SWT.
Dumateng ingkang nandang gerah – soho keluarginipun, mugio tansah sabar lan ikhlas – sehinggo penyakit kolo wau dados penghapus dosa dan kesalahan, Amiin Ya Robal ‘Alamin.

Sa-lajengipun khotib ngajak dumateng poro jamah – supados tansah nyenyuwun dumateng Allah SWT – limpahan rahmat dumateng pemimpin kita – penghulu poro nabi, junjungan kito – Imamul muttaqin – pemimpin tiang-tiang ingkang taqwa, Qoo-idil mujahidin – pemimpin poro mujahid, nabiyullah Muhammad SAW, keluargi, poro sahabat soho umatipun ngantos akhir zaman.
Mugio-mugio sedoyo ingkang rawuh wonten mriki, kalebet dateng kafilahipun ingkang kebak berkah lan rahmat. Amiin Ya Robbal ‘Alamiin.

Lan ugi kawulo paring wasit dumateng diri kawulo piyambak- soho dumateng poro jamah sholat ‘id, karono ‘idul fitri puniko kito ginaaken -satunggaling kesempatan kagem mawas diri sedangune kito gesang wonten alam dunyo puniko - satunggaling kesempatan kagem menggalih punopo kemawan ingkang sampun kito tinda-aken.
Sahinggo tuwuh raos perlu kagem ningkatan ketaqwaan kita dateng Allah SWT – karono taqwa ingkang sa-estu-estu taqwa – liripun kita nebihaken punopo ingkang dados awisanipun soho aninda-aken sedoyo dawuh-dawuhipun.
Ingkang makaten jumbuh kelayan ngendikanipun Gusti Allah wonten ing Al Quran Surat Al Hasyr ayat 18 :

Ingkang artosipun :
Hai wong-wong kang podo Iman, taqwa-o marang Allah lan karepno saben-saben manungso menggalihake opo-opo kang wis ditindak-ake kanggo dino mbesuk utowo dino akherat, lan taqwa-o marang Allah, satemene Allah Moho Mangerteni opo-opo kang siro kabeh dinda-ake.

Allahu Akbar - Allahu Akbar Walillahilhamdu
Poro sederek- poro rawuh samudayanipun.

Gesang kito wonten ing alam dunyo puniko – kerso boten kerso – remen tuwin boten remen - dipun atur dening satunggaling pemimpin, bilih wonten ing negari dipun pimpin dening presiden utawi raja, wonten daerah dipun pimpin dening gubernur, wonten ing wilayah dipun pimpin denging bupati lan sa-piturutipiun.
Manawi pemimpin puniko sae – temtu rakyatipun badu makmur, manawi pemimpin puniko adil – temtu umatipun bade tentrem. Pramilo pemimpin puniko perlu aturan lan pedoman.
Samonten ugi wontening jasadipun manungso ugi dipun atur dening satunggaling pemimpin – inggih puniko ati.

Tegesipun :
Emuto siro kabeh ! satemene onoing jasade kito kabeh-ono sa-gegem getih, yen getih kuwi mau apik, mongko apik sekabehe anggota badan, yen getih kuwi mau rusak, mongko rusak sekabehe anggota badan. Kuwi mau kang jeneng ati.

Atining manungso poro sederek – nampi laporan saking saraf - punopo kawontenan ingkang dumadi, lajeng ati ingkang ngolah, ati ingkang mutusaken, ati ingkang paring printah – dateng anggota badan.
Manawi ati kolo wau sae – temtu printahipun bae sae, contonipun : manawi atinipun syukur, ingkang medal lajeng kerso ibadah, seneng dateng sesaminipun, sholat, sinau ngaji, dipun tindaaken, atinipun ihlas – lajeng printahipun sabar. Sa-monten ugi manawi atinipun sombong – lajeng ingkang medal – ngino, nyepeleaken dateng tiang sanes, manawi atinipun iri – lajeng printahipun dengki dateng tiang, lan sapiturutipun poro sederek.
Pramilo ati kawulo soho poro rawuh sedoyo perlu satunggaling aturan lan pedoman. Manawi presiden dipun pilih dening rakyat, milo ingkang ndamel aturan rakyat karono wakilipun. Jalaran ati ingkang ndamel puniko gusti Allah, milo ingkang ndamel aturan soho pedoman inggih puniko Allah kang arupi Al Quranul karim,
Kados ngentikanipun Allah :

Yoiku : Al Quran kang ora diragu-aken kanggo petunjuk utawi pedoman wong-wong kang taqwa.

Poro sederek ingkang minulyo

Katentreman gesang kita dumawah wonte ing batos kito, seneng-susah, tentrem lan gundah, mosak masikipun gesang kito jalaran manah dipun pimpin hawa nafsu. Pramilo supados gesang kito tentrem lan ayem, kito kedah tansah enget dumateng Allah SWT.
Jalaran karo tansah enget dateng Allah pikiran soho manah kita bade tenang lan tentrem. Ingkang makaten jumbuh kelayan ngendikanipun Allah :

Tegesipun :
Yoiku wong-wong kang iman lan atie dadi tentrem kerono emut, karono dzikir marang Allah, mangertio mung kelayan dzikir/emut Gusti Allah, Ati bakal tentrem.


Allahu Akbar - Allahu Akbar Walillahilhamdu
Poro sederek- poro rawuh samudayanipun.

Manah ingkang tentrem – bade nyawang dateng sedoyo kahanan lan kedadosan karo panyongko apik. Manah ingkang bersih bade nuwuhaken sifat andap ashor.
Manah ingkang tentrem – manawi ngadepi masalah bade sabar – boten grusa-grusu, mongsang mangsig – jalaran tansah emut dateng Allah, Allah ingkang ndamel – temtu Allah ingkang Kuoso. Punopo ingkang wonten ing alam dunyo – sedoyo karono ijin Allah – karono kersanipun Allah. Punopo malih panggesangan kito, jer gegodongan kang wus garing, wowohan kang mateng, udan kang temurun soko langit – sedoyo wau karono ijin Allah.

Poro sederek ing kang minulyo,

Karono dzikir dateng Allah – karono tansah engget dateng Allah wonten ing wekdal lan panggenan pundi kemawon bade nuwuh aken raos ajrih dateng dosa, kados dene – bade tumindak awon, enget dateng Allah, bade maksiat – engget dateng Alalh, bade makarya – enget dateng Allah, wonten pasar enget dateng Allah, wonten pakaryan – enget dateng Allah, wonten kantor – enget dateng Allah, manawi kito tansah enget dateng Allah, temtu gesangipun tansah ngati-ati – gesangipun bade selamet dunyo lan akheratipun. Lan ugi tiang ingkang tansah enget dateng Allah sampun temtu Allah bade enget dateng tiang kolo wau. Yen kito supe dateng Allah, mongko Allah ugi bade nyupeaken kito.

Artosipun :
Mulo emuto siro kabeh marang Ingsun, mongko Ingsun bakal emet marang siro (bakal paring rahmat lan ampunan), lan syukur-o marang Ingsun ojo pisan-pisan ingkar marang nikmat-KU. (QS Surat Al Baqoroh 152)

Dawuhipun Allah dateng tiang ingkang tansah dzikir dateng Allah bade pikantuk keuntungan wonten ing dunyo lan keuntungan wonten ing akherat.

Artosipun :
Emuto marang Allah seakeh-akehe supoyo siro untung.

Ingkang makaten sampun jelas lan gambling bilih namung karono dzikir – namung karono enget dateng Allah bade nuwuhaken ketentreman .


Poro sederek, sumonggo kito sami nyuwun dateng Allah karono ageng pangajeng-ajengipun.

Allahumma Yaa Allah, Paringono Rakhmat lan Hidayah dumateng kawulo kegem nggayuh kasantosan-kabegjan dunyo tuwin akherat.

Allaumma Yaa Allah Ingkang Moho Paring Pangapunten,
Kawulo estu-estu tiang ingkang Dholim, tiang-tiang ingkang aniaya, tiang-tiang ingkang durhaka dateng Panjenengan. Pramilo saestu bade dodos golonganipun tiang-tiang ingkang Celaka bilih mboten karono Ampunan saking Panjengan Yaa Allah.

Allaumma Yaa Allah ingkang Moho Asih.
Paringono raos asih tresno dateng sedoyo masyarakat mriki, sahingga tansah gesang rukun lan asih tresno dateng sesaminipun.

Allaumma Yaa Allah Ingkang Moho Kuoso,
Paringono kekiatan lahir tuwin bathin kagem ibadah dateng Panjenengan
Kagem negakaken Agami Panjenengan, Kagem nindaaken Amar Maruf lan Nahi Mungkar.

Ya Allah pangeran kawulo, sampun ngantos panjenengan andamel manah kawulo remen dateng kesesatan sesampunipun panjenengan paring petunjuk dateng kawulo, paring ono dateng kawulo rahmat saking ngarso panjenengan, satemene Panjenengan Ingkang Moho Asih.

Ya Allah pangeran kawulo, paringono kawulo sisian lan keturunan ingkang sae – ingkang nyenengaken manah kawulo, lan dados-aken kawulo imamipun tiang –tiang ingkang taqwa.

Robbana Ya Allah, Pangeran kawulo : sampun ngantos panjenengan paring bebendu – paring hukuman dateng kawulo nalikanipun kawulo supe lan lepat.

Duh Gusti sesembahan kawulo, sampun ngantos panjenengan paring beban soho cobaan dateng kawulo bebean ingkang awrat kados dene panjenengan sampun paring beban lan cobaan dateng manungso sa-derengipun kawulo.

Ya Allah, Pangeran kawulo, sampun ngatos panjenengan paring beban dateng kawulo ingkang boten sanggup mikul beban kolo wau. Paringono pangapunten, paringono kawulo ampunan lan paringono rahmat dumateng kawulo, Panjenengan penulung kawulo, milo paringono pitulungan dateng kawulo saking tiang-tiang kafir.

Ya Allah ampuni dosa kawulo, ampuni dosa tiang sepuh kawulo, paringono welas asih, kados dene welas asihipun dateng kawulo wiwit taksih timur.

Ya Allah paringono kawulo saking ngarso panjenengnan keturunan ingkang sae. Satemene Panjenengan Moho Midanget Doa.